5 Fakta Menarik Tentang Makanan Organik

By | September 22, 2023

Organic food atau makanan organik adalah makanan yang segar atau yang sudah terproduksi dengan teknik pertanian organik. Teknik ini tidak menggunakan bahan kimia seperti pestisida, pupuk, dan bahan organisme hasil rekayasa genetika

Namun, bukan berarti makanan organik sepenuhnya tidak mengandung bahan kimia. Sebab, ada residu pestisida akan jauh lebih rendah ketimbang residu yang ada pada produk yang terbuat dari bahan kimia sintetis.

Melihat hal itu pasti kalian ada yang merasa penasaran dan ingin tahu, apakah menjadikan makanan organik lebih sehat ketimbang dengan makanan non-organik? Yuk, simak fakta-fakta terkait makanan organik terlebih dahulu!

1. Makanan Organik tidak Selalu Sehat

Kata ‘organik’ seringkali erat kaitannya dengan kata ‘sehat’. Namun, hal ini tidak selalu benar. Contohnya, kue kering dan permen batangan organik merupakan makanan yang tidak sehat karena mengandung banyak gula dan lemak. 

Apabila pada label makanan tertulis ‘makanan organik’, artinya makanan tersebut tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya. Tapi, bukan berarti makanan ini bergizi. Sebagai contoh lainnya, apabila kamu membeli daging organik, daging ini juga masih bisa terdapat lemak jenuh. 

2. Organik Tidak Sama dengan Natural

‘Alami’ dengan ‘organik’ adalah dua hal yang berbeda. Biasanya, keterangan ‘alami’ pada label makanan berarti produk tersebut tidak mengandung pewarna, perasa, atau pengawet buatan. Keterangan ‘alami’ pada label tidak ada hubungannya dengan metode atau bahan yang digunakan untuk menanam bahan makanan tersebut.

3. Makanan Organik Baik untuk Lingkungan

Teknik pertanian organik dapat mengurangi polusi, menghemat air, mengurangi erosi tanah, meningkatkan kesuburan tanah, dan menggunakan lebih sedikit energi. Bertani tanpa menggunakan pestisida juga baik untuk burung dan hewan lainnya yang dekat dengan lahan pertanian.

4. Baik untuk Kesehatan

Jika mengonsumsi makanan organik akan meminimalisir risiko kanker. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi makanan non organik berpotesni 62% risiko lebih tinggi untuk terkena kanker ketimbang mereka yang memakan makanan organik.

Penelitian lain menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan organik mengurangi risiko terkena penyakit parkinson, alzheimer, dan penyakit paru-paru obstruktif kronis. Selain brokoli, tomat organik juga mengandung lebih banyak nutrisi ketimbang tomat konvensional. Adapun, tomat organik dapat membantu untuk mengurangi gejala asma.

5. Makanan Organik Lebih Bernutrisi

Terdapat perbedaan yang signifikan dalam nutrisi antara makanan organik dan makanan konvensional. Sebuah penelitian menunjukan bahwa makanan organik mengandung lebih banyak nutrisi seperti magnesium, kalsium, iron, dan fosfor, yang bermanfaat untuk sistem imun dan kesehatan.

Makanan organik juga memiliki antioksidan yang lebih tinggi dan kandungan senyawa fonetik yang dapat melawan efek radikal bebas dalam tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *