Kenapa Tiktok Shop ditutup? Ini Dia Alasannya

By | October 3, 2023

Tiktok menjadi salah satu aplikasi yang sangat populer di kalangan masyarakat, tidak hanya digunakan sebagai media sosial, rupanya Tiktok juga bisa menjadi tempat untuk berbisnis atau marketplace.

Tentu saja hal tersebut menjadi peluang besar bagi pengguna Tiktok yang ingin mempromosikan dagangannya di Tiktok Shop.

Dengan adanya fitur Tiktok Shop, pengguna Tiktok bisa melakukan belanja secara online tanpa harus pergi keluar rumah.

Tiktok Shop sendiri resmi dirilis di Indonesia sejak 2 tahun lalu, yaitu pada tanggal 17 april 2021. Namun sayangnya beredar kabar jika Tiktok Shop akan ditutup oleh pemerintah.

Lalu apa alasan Tiktok Shop akan ditutup oleh pemerintah? Simak alasannya berikut dibawah ini.

1. Melindungi UMKM

Keputusan pemerintah menutup Tiktok Shop diklaim bertujuan untuk melindungi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Penutupan tersebut dilakukan melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang diundangkan pada 26 September 2023.

Ketertarikan masyarakat saat ini untuk berbelanja online diklaim membuat pusat grosir sepi.

Berdasarkan laporan Populix “The Social Commerce Landscape in Indonesia” Tiktok shop menjadi media sosial yang digunakan untuk berbelanja online dengan jumlah nya sebesar 45%.

2. Dianggap merugikan UMKM

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan resmi melarang social commerce seperti Tiktok Shop untuk berjualan karena dianggap merugikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“social e-commerce hanya untuk memfasilitasi promosi produk, tidak boleh adanya transaksi.Jadi semacam Platform digital.”

Larangan tersebut akan diatur dalam revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

3. Diduga melakukan aksi curang pada algoritma

Tiktok Shop sebagai platform hanya dapat berpihak pada sosok terkenal di Indonesia seperti selebritis.

Sehingga pedagang merasa setelah mencoba live selama berbulan-bulan hasil yang diharapkan tidak sesuai.

Sementara untuk sosok terkenal bisa mendapatkan hasil yang lumayan tinggi.

Istilah FYP (For You Page) dalam Tiktok merupakan contoh algoritma tiktok, dimana FYP pengguna Tiktok yang satu dengan pengguna Tiktok lainnya akan berbeda sesuai dengan minat pengguna Tiktok itu sendiri.

4. Tidak memiliki sistem pembayaran dan jasa logistik sendiri

Di Tiktok shop tidak didukung oleh kepemilikan sendiri dimana tanpa adanya sistem pembayaran dan logistik khusus seperti Lazada, Shopee, dan lainnya yang memiliki Shopee Pay, Shopee lEkspress, Lazada paylater, Lexid, dan lainnya.

Untuk pembayaran tiktok shop sendiri hanya mengandalkan metode pembayaran seperti: Kartu debit, Kartu kredit, Transfer Bank, Dompet digital dan secara tunai atau Cash On Delivery (COD).

Sementara untuk pembayaran Transfer Bank dapat digunakan dari Bank Indonesia: BNI, BCA, BRI, dan Mandiri.

Untuk dompet digital sendiri dapat digunakan dari Dana, Shopee pay, OVO dan Gopay.

Selain bisa menggunakan Cash On Delivery atau COD, kemudahan lain untuk pembayaran dapat dilakukan via Indomaret dan Alfamart, dimana nantinya dari tiktok shop akan memberikan kode untuk pembayaran tersebut.

Sementara untuk pengantaran produk pesanan menggunakan layanan seperti jasa JNE, Sicepat, J&T, dan lainnya.

Akhir Kata

Itulah informasi tentang Kenapa Tiktok Shop ditutup? Ini Dia Alasannya yang dapat disampaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *